Total Pageviews

Sunday, April 7, 2013

Review: Game of Thrones Season 3 Episode 01 - Valar Dohaeris


Game of Thrones memang masih tergolong baru dari segi lama tayangnya, terhitung debutnya baru dilakukan 2 tahun yang lalu, tapi dari segi popularitas, seri medieval fantasy ini meroket luar biasa. Penjualan merchandise yang tinggi, Blu-ray dan DVD yang sukses besar, serta seri penjualan seri novelnya yang saat ini masih belum selesai juga ikut terkena arus positif kepopuleran TV series. Setelah penantian 1 tahun *hiaaaa!!!* akhirnya Season ketiga dari seri ini tayang juga, seperti apakah episode perdana ini? Mari simak review berikut ini!!

Camping yang sangat menyenangkan!
Melanjutkan cerita dari ending season sebelumnya. Jon Snow (Kit Harington) menjadi mata-mata bagi The Night's Watch untuk mengawasi pergerakan dari Mance Rayder (Ciaran Hinds), sang King Beyond the Wall, pemimpin para wildlings. Sementara itu Tyrion Lannister (Peter Dinklage) menjadi "tahanan" oleh ratu Cersei Lannister (Lena Headey), yang tidak lain adalah kakaknya sendiri, Tyrion yang mengetahui konspirasi-konspirasi dibalik kekuasaan di King's Landing menjadi ancaman berbahaya bagi Cersei, sehingga nyawanya berada di ujung tanduk. Daenerys Targaryen (Emilia Clarke) masih melanjutkan perjalanannya demi merebut kembali gelar yang seharusnya dimiliki oleh dirinya; ratu dari Westeros, dengan naga-naga miliknya, ia berkelana dari Qarth hingga ke kota The Slaver's Bay, tempatnya para budak dan tentara bayaran, namun ia tidak mengetahui bahaya apa yang harus dihadapinya disana. Pecahan-pecahan plot yang tersebar di seluruh penjuru Westeros perlahan-perlahan mulai menjadi satu, inilah konflik terbesar yang harus dihadapi oleh seluruh penduduk Westeros, permainan paling mematikan yang pernah ada, the Game of Thrones.


Seperti season-season sebelumnya, pace dari penceritaan masih berjalan lambat, guna mendapat aura dan tensi konflik baru yang akan dimunculkan di season ini. Mengingat begitu banyaknya karakter di seri ini, hilangnya beberapa karakter dari season premiere ini adalah hal yang sangat wajar, karena bila memasukkan seluruh karakter utama, maka akan terjadi tumpang-tindih plot yang akan menganggu kestabilan penceritaan. Adegan perkenalan karakter Mance Rayder adalah salah satu poin positif dari episode ini, kuatnya script serta ketepatan dalam ber-acting menjadi kunci dari kenikmatan menonton, syukurnya, 2 poin tersebut masih tetap melekat di season premiere ini. Dialog-dialog yang ada mengalir dengan spontan, tidak terkesan shakesparean, humor-humor gelap juga tetap muncul disini, tidak jarang membuat penonton tersenyum.


Valar Dohaeris tetap merupakan sebuah episode pembuka yang fantastis untuk sebuah season yang kemungkinan akan menjadi season terbaik di seri ini. Dengan plot yang masih stabil, tidak meninggalkan poin-poin penting yang dibangung di season 2 serta karakter-karakter yang mulai berkembang, agaknya season ketiga ini perlu mendapatkan perhatian lebih dibanding season-season sebelumnya. Ekspektasi tinggi dari para fans berhasil dipenuhi di episode ini, meskipun ada beberapa karakter yang hilang, hal itu masih bisa dimaafkan. Season 3 adalah pembuka untuk cerita dari buku terbaik dari seri novelnya; A Storm of Swords yang juga akan menjadi basis Season 4, begitu banyak cerita yang masih terpendam dibalik ribuan halaman di buku tersebut. Marilah bersabar dengan menunggu episode-episode selanjutnya yang dijanjikan akan lebih padat dan menarik.

9.0 (A great start for a new season!)

Stay tune this week for new episode! See ya!

No comments:

Post a Comment